TVRINews, Timor Tengah Selatan
Universitas Nusa Cendana perkuat pariwisata berbasis masyarakat di TTS guna tingkatkan ekonomi lokal dan tekan angka kemiskinan.
Komitmen Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Sosialisasi Urgensi Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) oleh Pusat Layanan Pengembangan Kapasitas Legislative Drafting dan Anti Korupsi Universitas Nusa Cendana di Kelurahan Nunumeu, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 di Kelurahan Nunumeu ini menjadi langkah strategis untuk mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tanpa kemiskinan (No Poverty). Program tersebut didanai oleh Undana melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Lurah Nunumeu Yared A. Sae Koko, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengabdian Undana. Menurutnya, pembentukan Kelompok Sadar Wisata dapat menjadi momentum penting dalam mengembangkan potensi wisata daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Kegiatan ini dipimpin oleh Gerald A. Bunga, Kepala Pusat Layanan Pengembangan Kapasitas Legislative Drafting dan Anti Korupsi Undana, bersama tim dosen Fakultas Hukum Undana yang menjadi narasumber, yakni Mario A. Lawung, Rizal S. Thene, Iber D.K. Tanesib, dan Elisabeth N.S.B. Tukan.
Dalam pemaparannya, Mario A. Lawung mengungkapkan bahwa Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki kekayaan destinasi wisata yang sangat besar. Tercatat terdapat 36 objek wisata, namun baru 17 destinasi yang dipromosikan secara resmi melalui brosur Dinas Pariwisata Kabupaten TTS.
"Potensi wisata yang begitu besar ini perlu didukung oleh keterlibatan aktif masyarakat. Selama ini promosi wisata masih sangat bergantung pada pemerintah. Karena itu, keberadaan Kelompok Sadar Wisata menjadi sangat penting untuk memperkuat promosi, pengelolaan, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal," jelasnya.
Tim pengabdian menilai pembentukan Pokdarwis lintas desa menjadi model kolaborasi yang mampu memperluas jaringan promosi wisata, meningkatkan sinergi antarwilayah, serta menciptakan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan. Melalui kerja sama lintas desa, setiap potensi wisata dapat saling mendukung sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketua tim pengabdian Gerald A. Bunga berharap sosialisasi ini menjadi awal terbentuknya kerja sama yang kuat antara Kelurahan Nunumeu dan desa maupun kelurahan lainnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam membangun Pokdarwis lintas desa.
"Dengan kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi, sektor pariwisata di TTS diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan, membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi salah satu instrumen efektif dalam mengurangi kemiskinan di daerah," tutupnya.










