TVRINews, Flores Timur
Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih menunjukkan peningkatan. Gunung api yang saat ini berstatus Level III atau Siaga itu tercatat mengalami tujuh kali erupsi sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, 24 Juli 2026.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu dari rangkaian erupsi tersebut bervariasi antara 300 meter hingga 1.600 meter di atas puncak gunung.
Erupsi pertama terjadi pada Kamis (23/7) pukul 23.55 WITA. Letusan menghasilkan kolom abu setinggi 1.200 meter di atas puncak atau sekitar 2.784 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah utara dan barat laut.
Aktivitas kembali terjadi pada Jumat dini hari. Pada pukul 02.30 WITA, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi dengan kolom abu setinggi 500 meter. Sembilan menit kemudian, tepatnya pukul 02.39 WITA, letusan kembali terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter.
Selang beberapa menit, pada pukul 02.44 WITA, gunung kembali memuntahkan abu dengan tinggi kolom sekitar 300 meter di atas puncak.
Peningkatan aktivitas terjadi pada Jumat pagi. Erupsi terbesar dalam periode tersebut tercatat pada pukul 06.39 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai 1.600 meter di atas puncak atau sekitar 3.184 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu pekat bergerak ke arah utara dan barat laut. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan berlangsung selama sekitar 2 menit 30 detik.
Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 07.24 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai 1.100 meter di atas puncak. Abu vulkanik bergerak ke arah barat dan barat laut.
PVMBG juga mencatat adanya erupsi tambahan pada pukul 09.38 WITA dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak.
Dengan rangkaian aktivitas tersebut, Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat mengalami sedikitnya tujuh kali erupsi sejak Kamis malam hingga Jumat pagi.
PVMBG memastikan status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
PVMBG juga mengimbau masyarakat terdampak hujan abu vulkanik untuk menggunakan masker atau pelindung pernapasan. Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta PVMBG guna mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut.










