TVRINews, Flores Timur
Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim) meluncurkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hendrikus Fernandez Larantuka, Rabu, 21 Oktober 2026.
Program Genting digagas pemerintah dengan melibatkan peran masyarakat untuk menjadi orang tua asuh bagi anak stunting. Berkat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor yang dimulai sejak 12 Mei 2026, telah terkumpul sebanyak 22 orang tua asuh.
Pada tahap awal peluncuran ini, bantuan paket nutrisi disalurkan kepada 24 anak stunting di Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga yang mencatatkan persentase stunting cukup tinggi.
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyampaikan pembahasan program Genting telah dimulai sejak pertengahan bulan Mei. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dari seluruh elemen daerah untuk menekan angka stunting di Flores Timur, di mana saat ini persentase stunting berada di angka sekitar 17 persen.

"Pentingnya pemenuhan gizi dan pola asuh sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), merupakan fondasi utama yang menentukan kecerdasan, kesehatan fisik dan masa depan anak-anak. Intervensi gizi seperti pemberian makanan bergizi, telur, susu, serta perbaikan pola asuh sangat menentukan pertumbuhan anak. Menyongsong Indonesia Emas 2045, anak-anak Flores Timur tumbuh sehat, cerdas dan unggul," kata Antonius Doni kepada tvrinews.com, dikutip Kamis, 22 Oktober 2026.
Pemkab Flotim juga mengajak masyarakat, khususnya di Desa Lamatutu yang menjadi salah satu fokus intervensi untuk memanfaatkan potensi lokal seperti peternakan sapi setempat guna mendukung ketahanan gizi keluarga. Antonius Doni berharap program intervensi nutrisi yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap ini dapat mereplikasi keberhasilan wilayah lain hingga mencapai target nol persen stunting.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas P2KBP3A Flores Timur, Anselmus Yohanes Maryanto, menjelaskan bahwa program Genting merupakan bagian dari program nasional yang berfokus pada pemberian nutrisi, edukasi gizi, sanitasi, serta penyediaan air bersih.
"Nantinya, jumlah orang tua asuh diharapkan terus bertambah untuk menjangkau desa-desa lain yang angka stunting masih tinggi di Kabupaten Flores Timur," pungkasnya.










