TVRINews, NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 4–7 Agustus 2026. Kecepatan angin di sejumlah wilayah perairan NTT diperkirakan mencapai 35 knot dan berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut hingga 2,5 meter.
Berdasarkan kondisi sinoptik, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 10–35 knot. Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Selat Sape, Perairan Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor–Rote, Perairan Labuan Bajo, serta Perairan Taman Nasional Komodo.
Kondisi angin tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut. BMKG memprakirakan gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter terjadi di sejumlah perairan NTT.
Pada periode 4–5 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA, gelombang sedang berpotensi terjadi di Selat Sape Bagian Selatan, Selat Alor, Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, serta Perairan Selatan Timor–Rote.
Kemudian pada periode 5–6 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA, wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang meliputi Selat Sape Bagian Selatan, Selat Alor, Perairan Selatan Flores, Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, serta Perairan Selatan Timor–Rote.
Sementara pada periode 6–7 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA, gelombang sedang berpotensi terjadi di Selat Sape Bagian Selatan, Selat Alor, Perairan Selatan Flores, Selat Sumba Bagian Timur, Laut Sawu, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor–Rote, serta Perairan Taman Nasional Komodo.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut dan nelayan, untuk memperhatikan kondisi cuaca serta memperbarui informasi prakiraan sebelum melakukan aktivitas di perairan.









