TVRINews, Nagekeo
Ancaman gagal panen mulai menghantui para petani di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Kerusakan jaringan irigasi akibat gempa bumi membuat aliran air menuju lahan pertanian warga terganggu. Kondisi ini menjadi persoalan serius bagi petani, terutama karena tanaman membutuhkan pasokan air untuk dapat bertahan hingga musim panen.
Kerusakan irigasi tersebut dilaporkan berdampak pada sekitar 160 hektare lahan pertanian di wilayah Waekokak. Sejumlah bagian saluran irigasi mengalami kerusakan hingga patah akibat guncangan gempa.

Menanggapi kondisi tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS NT II turun langsung melakukan penanganan terhadap jaringan irigasi yang rusak.
Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap dapat terpenuhi, sekaligus mengurangi risiko tanaman mengalami kekeringan dan gagal panen.
Bagi masyarakat Waekokak, perbaikan irigasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup para petani. Sebab, tanpa aliran air yang memadai, tanaman yang sudah ditanam terancam tidak dapat tumbuh secara optimal hingga masa panen.

Kini, para petani berharap penanganan yang dilakukan BBWS NT II dapat segera membuahkan hasil. Air diharapkan kembali mengalir ke lahan pertanian sehingga tanaman dapat diselamatkan dan ancaman gagal panen dapat diminimalisir.










