TVRINews, Kupang
Balai Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terus melakukan penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui distribusi air bersih dan perbaikan infrastruktur sumber daya air.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap puncak musim kemarau yang melanda NTT. Sejak 24 Juli 2026, BBWS Nusa Tenggara II telah menyalurkan 105.000 liter air bersih ke tiga kabupaten yang terdampak kekeringan.
Pelaksana Harian Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Frengky Welkis, mengatakan pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
"Instruksi dari Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum jelas. Dalam kondisi darurat kekeringan, kami harus hadir. Tim sudah turun ke Kupang, Flores, termasuk Kota Kupang untuk mendistribusikan air bersih serta menormalisasi fasilitas yang mendukung ketersediaan air bagi masyarakat," ujar Frengky di Kupang, Jumat, 31 Juli 2026.
Selain mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki, BBWS Nusa Tenggara II juga melakukan pemantauan terhadap seluruh infrastruktur sumber daya air guna memastikan seluruh fasilitas dapat beroperasi secara optimal selama musim kemarau.
Pengelolaan air di seluruh aset BBWS Nusa Tenggara II juga disesuaikan dengan pola operasi pada kondisi tahun kering agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara efektif.
Di sektor pertanian, BBWS Nusa Tenggara II terus mempercepat pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, baik yang memanfaatkan air permukaan melalui bendung maupun jaringan irigasi air tanah. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan air bagi lahan pertanian sekaligus mengurangi dampak kekeringan terhadap produksi pangan di NTT.









