TVRINews, Manggarai Timur
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Expo Pendidikan ke-V di Kabupaten Manggarai Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Fernandes, Borong, dinilai menjadi wadah strategis untuk mendorong kemajuan sektor pendidikan sekaligus pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Apresiasi tersebut disampaikan Edistasius saat menghadiri penutupan Expo Pendidikan ke-V di Borong, Jumat, 1 Mei 2026.
Ia mengaku terkesan dengan konsep kegiatan yang tidak hanya menampilkan inovasi pendidikan, tetapi juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan seluruh panitia atas suksesnya kegiatan ini. Expo Pendidikan seperti ini sangat luar biasa karena tidak hanya fokus pada dunia pendidikan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” ujarnya.
Menurut Edistasius, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pendidikan dan ekonomi masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak dinilai mampu menciptakan dampak positif, baik bagi peserta didik maupun masyarakat luas.
Ia juga menyampaikan rencananya untuk mengadopsi konsep serupa di Kabupaten Manggarai Barat. Menurutnya, Expo Pendidikan dapat menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.
“Kami di Manggarai Barat akan meniru kegiatan seperti ini. Expo Pendidikan harus menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Ini penting untuk mempersiapkan generasi muda yang kreatif dan berdaya saing,” katanya.
Expo Pendidikan ke-V di Manggarai Timur berlangsung selama beberapa hari dengan menampilkan berbagai karya inovatif dari sekolah, pertunjukan seni budaya, serta stan UMKM yang menjajakan produk lokal.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, terlihat dari ramainya pengunjung sejak pembukaan hingga penutupan.
Dengan adanya apresiasi sekaligus rencana adopsi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Expo Pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan di Manggarai Timur, tetapi juga dapat diterapkan di daerah lain sebagai model pengembangan pendidikan berbasis kolaborasi.










