TVRINews, Kupang
Gereja Mawar Saron (GMS) Kupang siap menggelar Saat Teduh Bersama (STB) atau Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026 di Stadion Oepoi, Kota Kupang. Kegiatan rohani berskala besar ini akan menghadirkan Ps. Philip Mantofa bersama anak rohaninya, Pdt. Margaret Wu, dan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang denominasi gereja maupun latar belakang.
Panitia menegaskan seluruh rangkaian kegiatan tidak dipungut biaya dan ditargetkan dihadiri sekitar 25.000 hingga 30.000 orang, sesuai kapasitas tempat duduk yang telah disiapkan.
Gembala Lokal GMS Kupang, Ps. Andri Suprianto, mengatakan STB digelar untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui penguatan kehidupan rohani.
“Kami ingin membantu membangun kerohanian setiap orang. Kalau iman dan kerohanian kita kuat, maka setiap orang akan mampu bertahan dan berkembang dalam setiap pergumulan hidup,” ujarnya, dikutip Rabu, 29 Juli 2026.
Menurutnya, perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Karena itu, pada rangkaian kegiatan STB akan disiapkan pelayanan khusus bagi kaum muda agar memiliki mental yang kuat dan sehat.
“Fenomena yang terjadi saat ini, kami mendengar langsung keluhan jemaat tentang berbagai kenakalan remaja. Melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak muda dapat dikuatkan, dipulihkan, dan menyerahkan hidup mereka untuk kemuliaan Tuhan,” katanya.
Ia menambahkan, kehidupan yang dibangun bersama Tuhan sejak usia muda diyakini akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka. Karena itu, seluruh masyarakat diundang untuk hadir tanpa dipungut biaya.
“Kami ingin kegiatan ini memberikan dampak bagi masyarakat Kota Kupang maupun seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Leader GMS Kupang, dr. Andre Hertanto, mengatakan STB hadir membawa pesan pengharapan, kasih, dan pemulihan bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan kehidupan.
“Kami percaya setiap orang membutuhkan pengharapan, nilai-nilai kehidupan, dan komunitas yang positif di tengah kondisi dunia yang tidak baik-baik saja saat ini, terutama agar setiap orang dapat mengalami kehidupan yang sejahtera bersama Tuhan,” ujarnya.
Menurut dr. Andre, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan Kota Kupang, Provinsi NTT, dan bangsa Indonesia, sekaligus membawa pesan damai serta harapan baru, khususnya bagi generasi muda.
“Acara ini merupakan momentum bagi kita semua untuk menjadi berkat bagi Kota Kupang. Tidak ada batasan usia maupun denominasi gereja, semua orang dipersilakan hadir,” katanya.
Ia menjelaskan, pada Jumat, 7 Agustus, panitia menyiapkan sekitar 30.000 kursi. Kegiatan dimulai dengan pre-service pukul 18.00 WITA, sementara ibadah utama berlangsung pukul 19.00 WITA dan akan diisi penampilan pemain sasando serta berbagai penghiburan rohani. Firman Tuhan akan disampaikan oleh Ps. Philip Mantofa.
Selanjutnya, pada Sabtu, 8 Agustus, akan digelar pelayanan khusus KKR Teen & Youth bagi pelajar SMP, SMA, mahasiswa, lulusan baru, maupun orang tua yang ingin hadir. Sesi ini akan dipimpin oleh Pdt. Margaret Wu.
Rangkaian STB akan ditutup pada Minggu, 9 Agustus, dengan ibadah di GMS Kupang yang dipimpin Ps. Philip Mantofa dalam empat sesi, yakni pukul 08.00 WITA, 10.30 WITA, 15.30 WITA, dan 18.00 WITA.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan seluruh Provinsi NTT untuk datang bersama-sama mengikuti kegiatan ini dengan hati yang penuh ucapan syukur kepada Tuhan,” ujar dr. Andre.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Provinsi NTT, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga penyelenggaraan STB 2026 dapat terlaksana dengan baik.









