TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis laporan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk periode 30 Oktober hingga 3 November 2026.
Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang yang diterima TVRINews pada Kamis, 29 Oktober 2026, pola angin di wilayah Nusa Tenggara Timur umumnya bergerak dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terdeteksi di Selat Sape Bagian Selatan, Selat Flores - Lamakera, Selat Pantar, Perairan Selatan Alor - Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu - Raijua, Perairan Utara Kupang - Rote, Selat Pukuafu, dan Perairan Taman Nasional Komodo. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
Diprakirakan gelombang tinggi dengan kategori sedang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah Perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada periode 30 Oktober hingga 1 November 2026 mulai pukul 08.00 WITA. Wilayah yang terdampak meliputi Selat Sape Bagian Selatan, Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, dan Perairan Sabu - Raijua.
Sementara untuk periode 1 hingga 2 November 2026 mulai pukul 08.00 WITA, gelombang tinggi diprakirakan terjadi di Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, dan Perairan Sabu - Raijua.
Selanjutnya pada periode 2 hingga 3 November 2026 mulai pukul 08.00 WITA, gelombang tinggi juga berpotensi menerjang kembali wilayah Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, dan Perairan Sabu - Raijua.










