TVRINews, Flores Timur
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak konflik antar Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, Drs. Benediktus Bolibapan Herin, mengatakan Pemkab Flores Timur telah menyalurkan bantuan berupa 2.000 kilogram beras yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) II.
"Kami telah menyalurkan 2.000 kilogram beras untuk masyarakat terdampak. Sementara bantuan dari Kementerian Sosial RI masih dalam tahap melengkapi data pendukung," ujar Benediktus kepada tvrinews.com, Kamis, 23 Juli 2026.
Selain bantuan dari pemerintah kabupaten, Pemprov NTT melalui Dinas Sosial Provinsi juga telah mengirimkan berbagai kebutuhan darurat sejak Senin, 20 Juli 2026. Bantuan tersebut meliputi 50 paket makanan siap saji, 20 paket makanan anak, 70 paket lauk siap saji, 100 lembar kasur dan selimut, 30 paket family kit, 40 paket sandang dewasa, serta 44 lembar tenda gulung.

Konflik yang terjadi di Pulau Adonara tersebut mengakibatkan sedikitnya 20 unit rumah warga hangus terbakar beserta seluruh isinya. Berbagai harta benda seperti bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga, hingga barang-barang berharga ikut musnah dilalap api.
Akibat peristiwa itu, banyak warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga maupun sanak saudara. Sebagian lainnya bahkan harus bermalam di emperan rumah karena kehilangan tempat tinggal.
Benediktus menilai bantuan yang telah disalurkan sangat dibutuhkan mengingat kondisi ekonomi keluarga korban terdampak lumpuh pascakonflik. Menurutnya, selain bantuan logistik, masyarakat juga memerlukan program pemberdayaan ekonomi agar dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupan mereka.
"Korban benar-benar mengalami kelumpuhan ekonomi. Karena itu, selain bantuan kebutuhan dasar, diperlukan juga program pemberdayaan untuk meningkatkan kembali ekonomi keluarga agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat," ucapnya.










