TVRINews, NTT
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1624 Flores Timur, Letkol Inf. Erly Merlian meresmikan tiga Jembatan Garuda di wilayah pelosok Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Peresmian salah satu jembatan berlangsung di Desa Lototodokoa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, jajaran TNI, pemerintah desa, serta sekitar 150 warga.
Program Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pembangunan dan revitalisasi jembatan di berbagai wilayah, khususnya daerah terpencil dan pelosok. Keberadaan jembatan diharapkan memperlancar konektivitas dan mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian sehingga dapat mendorong perekonomian desa.

Dandim 1624 Flores Timur, Letkol Inf. Erly Merlian, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan Garuda.
“Pembangunan Jembatan Garuda ini perintah Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan Garuda. Wujud percepatan roda perekonomian desa serta mempermudah mobilitas anak-anak kita menuju sekolah dan fasilitas kesehatan,”kata Erly.
Menurut Erly, sebanyak 2.500 Jembatan Garuda diresmikan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Tiga di antaranya dibangun di Kabupaten Lembata, yang secara teritorial merupakan wilayah Kodim 1624 Flores Timur yang berkedudukan di Larantuka.
Sementara itu, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak atas perhatian terhadap masyarakat di wilayah pelosok.
Bupati juga mengapresiasi kerja jajaran Kodim 1624 Flores Timur yang mengerahkan personel dan material untuk membangun tiga jembatan tersebut dalam waktu sekitar dua bulan.
“Saya mewakili segenap masyarakat desa mengucapkan terima kasih. Semoga ke depan daerah-daerah pelosok di Lembata yang belum bisa diakses atau jembatannya terputus juga bisa diperbaiki,” ungkap Petrus.
Ia mencontohkan Jembatan Paubokol yang hingga kini masih mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menyebabkan akses masyarakat menjadi sulit, terutama saat musim hujan.
Dengan beroperasinya tiga Jembatan Garuda, pemerintah daerah berharap akses antardesa semakin lancar, termasuk bagi warga yang hendak menuju sekolah, fasilitas kesehatan, maupun pusat kegiatan ekonomi.










