TVRINews, Lembata
Sebagai daerah otonomi baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Lembata semakin menunjukkan kemandirian dalam berbagai aspek, mulai dari membuka peluang investasi bagi pengusaha hingga memberdayakan ekonomi kerakyatan.
Sejalan dengan semangat tersebut, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyampaikan kepada TVRINews pada Senin, 12 Oktober 2026, bahwa dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27, pemerintah juga tengah berupaya meningkatkan pembangunan dan pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran.
"Pemerintah sudah mengagendakan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat, di antaranya pembangunan SPBU di Buyasuri dan SPBU di kawasan TPI, kick-off mesin cuci darah, kick-off Jober, launching tanam 10.000 tomat, launching butik HOG serta launching laboratorium kesehatan hewan," jelas Petrus Kanisius Tuaq, Senin, 12 Oktober 2026.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lembata juga menyiapkan sejumlah agenda, di antaranya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan garam, launching Alfamart pada Jumat, 16 Oktober 2026, serta kegiatan otonomi fun walk bertajuk "Jalan Sehat" dengan rute dari Rumah Situs 7 Maret menuju Kantor Bupati Lembata.
Menariknya, akan ada pula lomba ETPD (Elektronifikasi Teknologi Pemerintah Daerah) antarpemerintah daerah. Sementara itu, dalam sektor jasa pelayaran, Pemerintah Kabupaten Lembata memberikan tanah secara gratis untuk mendukung akses kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) sebagai upaya menggenjot perekonomian daerah melalui jalur laut.
Dengan dukungan tersebut, pada 2027, PT PELNI akan memindahkan kantor cabangnya ke Kabupaten Lembata dari Kabupaten Flores Timur.
"Untuk status Kantor PELNI di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata. Mulai 01 januari 2027 sudah resmi menjadi kantor cabang dan di Kota Larantuka, Flores Timur menjadi terminal point/sub. Dampak perpindahan kantor ini, berujung pada jumlah kapal penumpang dan perintis yang masuk ke pelabuhan. Tentunya akan menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Lembata," jelas Kepala Cabang PELNI, Yulianto.
Lebih lanjut, Kepala Cabang PELNI Larantuka menjelaskan bahwa saat ini kapal lebih banyak difokuskan ke Kabupaten Lembata, seperti KM Tidar, KM Bukit Siguntang, KM Sirimau, dan KM Lawit.
Untuk kapal perintis, terdapat KM Sabuk Nusantara 108. Sementara itu, untuk program tol laut, terdapat KM Kendhaga Nusantara 7, serta kapal rede transport, yakni KM Gandha Nusantara 14.










